Pelalawan Jadi Penyumbang Terbesar Tambahan Karhutla Riau

Peristiwa19 Dilihat

CarlaNews.com, Riau — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau masih terus bertambah. Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, terdapat penambahan luas lahan terbakar mencapai 87,9 hektar.

Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, mengatakan penambahan terbesar terjadi di Kabupaten Pelalawan dengan luas 64,4 hektar. Dengan tambahan tersebut, total lahan terbakar di Pelalawan sejak awal Januari 2026 mencapai 6.705,39 hektar.

“Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data yang kami terima kemarin, penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektar,” kata Edy, Jumat (4/9/2026).

Selain Pelalawan, penambahan luas lahan terbakar juga tercatat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebesar 10,5 hektar. Total luas lahan terbakar di daerah tersebut kini mencapai 1.044,52 hektar.

Penambahan serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebesar 10,5 hektar, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 615,52 hektar.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mencatat tambahan 0,5 hektar dengan total 34,46 hektar. Kepulauan Meranti bertambah 1 hektar dengan total 218,45 hektar, sedangkan Kuantan Singingi (Kuansing) juga bertambah 1 hektar dengan total 70,87 hektar.

Adapun Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Dumai, Pekanbaru, dan Kampar dilaporkan tidak mengalami penambahan luas lahan terbakar dalam laporan harian tersebut.

Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari 2026 hingga saat ini mencapai 18.770 hektar.

Kabupaten Bengkalis masih menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 8.454,40 hektar. Posisi berikutnya ditempati Pelalawan dengan 6.705,39 hektar, Inhil 1.044,52 hektar, Inhu 615,52 hektar, dan Dumai 556,01 hektar.

Selanjutnya, luas lahan terbakar di Rohil tercatat 452,53 hektar, Siak 373,06 hektar, Kepulauan Meranti 218,45 hektar, Kampar 141,66 hektar, Pekanbaru 103,33 hektar, Kuansing 70,87 hektar, serta Rohul 34,46 hektar.

“Ini data keseluruhan awal Januari 2026,” papar Edy.

Edy menyampaikan, perkembangan karhutla di setiap daerah terus dipantau. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan dengan melibatkan tim udara maupun tim darat.

Upaya tersebut melibatkan unsur gabungan TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, serta Manggala Agni.

“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah dan penanganan yang dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujar Edy. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *