Jalan Makin Mulus, Agung Nugroho Tak Ingin Pekanbaru Jadi Arena Balap Liar

Daerah128 Dilihat

CarlaNews.com, Pekanbaru – Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Kondisi jalan yang semakin baik dinilai perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat agar tidak disalahgunakan untuk aksi kebut-kebutan maupun balap liar.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pemerintah kota berkomitmen menekan praktik balap liar melalui langkah penertiban bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau dan Polresta Pekanbaru.

Menurut Agung, peningkatan kualitas jalan seharusnya memberikan kenyamanan dan kemudahan mobilitas masyarakat, bukan justru memunculkan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Karena jalanan di sini sekarang sudah semakin mulus, ada tantangan baru yang muncul, yaitu maraknya aksi balap liar. Kami bersama jajaran Dirlantas dan Polresta Pekanbaru berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penertiban yang tegas,” ujar Agung Nugroho di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik harus diikuti peningkatan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara. Jalan raya merupakan fasilitas umum yang harus digunakan secara bertanggung jawab dengan mengutamakan keselamatan bersama.

Agung menegaskan, penanganan balap liar membutuhkan keseriusan dan koordinasi lintas instansi agar aktivitas tersebut tidak terus mengancam keselamatan pengendara maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan.

“Kami berjanji, Insya Allah Kota Pekanbaru akan segera zero dari aksi balap liar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menegaskan bahwa keselamatan berkendara merupakan salah satu program utama organisasinya. Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab setiap individu.

“Berbicara mengenai keselamatan, hal tersebut sudah masuk di dalam program utama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Keselamatan berkendara itu dimulai dari diri kita sendiri,” terang Moreno.

Ia mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya menyangkut pengendara kendaraan bermotor, tetapi juga seluruh masyarakat yang menggunakan fasilitas jalan, termasuk pejalan kaki dan warga yang beraktivitas di sepanjang ruas jalan.

“Jadi, apabila kita berkendara dengan selamat, Insya Allah para pejalan kaki hingga warung-warung di pinggir jalan akan mempunyai hak yang sama atas keselamatan di jalan. Insya Allah kita semua selamat sampai tujuan,” ungkapnya.

Moreno menilai, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran bahwa setiap tindakan pengendara dapat berdampak terhadap keselamatan orang lain.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap perilaku masyarakat Pekanbaru dalam berlalu lintas. Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan secara berkelanjutan, terutama pada malam hari untuk mengantisipasi aksi kebut-kebutan.

“Yang jelas, saya yakin masyarakat di Pekanbaru sangat tertib dalam berlalu lintas. Mungkin hanya perlu dimonitor pada malam hari agar tidak ada yang kebut-kebutan,” tutur Moreno.

Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru bersama jajaran kepolisian dan perhatian IMI terhadap keselamatan berkendara diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.

Penertiban balap liar juga diharapkan berjalan secara konsisten sehingga peningkatan kualitas infrastruktur jalan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *