Cegah Stunting dari Desa, Jatim Tingkatkan Kompetensi Kader Posyandu

Daerah147 Dilihat

CarlaNews.com, Jombang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas kader Posyandu bertajuk “Peran Kader Posyandu dalam Penanganan Stunting dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Provinsi Jawa Timur Tahun 2026” yang digelar di Desa Wisata Sumberceleng, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak. Hadir sebagai narasumber, Dr. Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes., Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Jombang sekaligus Ketua STIKES Pemkab Jombang.

Dalam sambutannya, Arumi menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di tengah masyarakat. Tugas kader tidak hanya sebatas membantu penimbangan dan pengukuran anak, tetapi juga menjadi penghubung edukasi kesehatan bagi keluarga.

Menurutnya, kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan pemahaman mengenai pemenuhan gizi kepada orang tua sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan stunting.

“Kader Posyandu memiliki peran strategis. Deteksi dini stunting, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, hingga edukasi gizi kepada orang tua, semua bermula dari kader. Jika kadernya kuat, maka anak kita akan sehat dan generasi hebat Jawa Timur akan terwujud,” ungkap Arumi.

Sementara itu, Dr. Ririn Probowati dalam pemaparannya menekankan pentingnya penguasaan materi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), teknik pengukuran antropometri yang tepat, serta kemampuan memberikan konseling terkait gizi dan pola asuh anak.

Pengetahuan tersebut dinilai penting agar kader mampu mengenali potensi masalah pertumbuhan sejak dini dan memberikan edukasi yang tepat kepada keluarga.

Melalui kegiatan ini, para kader Posyandu mendapatkan pembekalan praktis yang mencakup tiga aspek utama.

Pertama, meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini terhadap risiko stunting di lingkungan masing-masing. Kedua, memperkuat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, optimal, dan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan kemampuan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di tingkat desa, sehingga pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih akurat dan tepat sasaran.

Keterlibatan aktif kader juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran keluarga mengenai pemenuhan kebutuhan gizi, pola asuh, serta pentingnya pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pembina Posyandu menegaskan komitmen untuk memperkuat peran kader sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan terhindar dari risiko stunting.

Penguatan kader Posyandu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi berlanjut melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan langsung kepada masyarakat. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *