Bom Ikan Diduga Beroperasi di Perairan Simeulue, Wabup Minta Aparat Bergerak

Daerah178 Dilihat

CarlaNews.com, Simeulue – Dugaan maraknya aktivitas kapal yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di sejumlah wilayah perairan Kabupaten Simeulue, Aceh, menjadi perhatian masyarakat.

Informasi mengenai dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bom tersebut beredar melalui sejumlah platform media sosial. Beberapa lokasi yang disebut dalam informasi masyarakat antara lain perairan laut Pulau Ina, Desa Lewak, Kecamatan Alafan, serta wilayah perairan Kecamatan Teupah Selatan.

Namun, informasi tersebut sejauh ini masih berupa laporan dan dugaan masyarakat yang perlu diverifikasi di lapangan. Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan seluruh laporan mengenai aktivitas kapal bom ikan tersebut telah terbukti.

Menanggapi informasi itu, Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin berharap keberadaan Panglima Laot di sejumlah wilayah dapat dimaksimalkan untuk membantu melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal di perairan Simeulue.

Ia juga meminta apabila ditemukan indikasi penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan, informasi tersebut segera dikoordinasikan dengan pihak berwenang.

“Sehubungan dengan adanya Panglima Laot di beberapa tempat, kita harapkan bisa melakukan monitoring terhadap aktivitas kapal yang diduga melakukan pemboman ikan dan tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Nusar Amin saat dikonfirmasi HarianUpdate.com, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, pengawasan wilayah perairan tidak dapat hanya mengandalkan satu unsur. Peran Panglima Laot, masyarakat nelayan, pemerintah daerah serta aparat penegak hukum perlu diperkuat melalui koordinasi yang baik.

Koordinasi tersebut, kata dia, dapat melibatkan unsur TNI Angkatan Laut, Polres Simeulue hingga jajaran Polsek sesuai dengan wilayah hukum masing-masing.

Nusar Amin menilai dugaan penggunaan bahan peledak dalam penangkapan ikan merupakan persoalan serius apabila terbukti dilakukan. Praktik tersebut berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, ia berharap informasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebatas unggahan atau kabar yang beredar di media sosial. Setiap laporan perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung sehingga informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

“Masyarakat juga diharapkan dapat menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di wilayah perairan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan sendiri,” harapnya.

Ia menambahkan, penguatan pengawasan bersama antara Panglima Laot, masyarakat pesisir, TNI AL, Polri dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus melindungi sumber daya perikanan Simeulue.

“Dengan pengawasan yang lebih aktif dan koordinasi yang baik, diharapkan potensi praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dapat dicegah serta kelestarian ekosistem laut Simeulue tetap terjaga,” imbuh Nusar Amin.

Pemerintah daerah berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga wilayah perairan dengan memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya perlindungan ekosistem laut dapat dilakukan tanpa menimbulkan tindakan sepihak yang justru berisiko bagi masyarakat. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *