CarlaNews.com, Pekanbaru – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan signifikan setelah sejumlah wilayah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hingga Minggu (13/9/2026) pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot di Riau tercatat sebanyak 12 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan belasan titik panas tersebut terpantau hanya berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 11 titik dan Kabupaten Pelalawan satu titik.
“Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya. Pada Sabtu (12/9/2026), jumlah hotspot di Riau masih mencapai 44 titik yang tersebar di Bengkalis satu titik, Indragiri Hilir 12 titik dan Indragiri Hulu 31 titik,” ujar Elisa, Minggu (13/9/2026).
Dengan demikian, dalam waktu 24 jam terjadi penurunan sebanyak 32 titik hotspot atau sekitar 73 persen.
Penurunan tersebut terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini turut meningkatkan kelembapan lahan sehingga membantu menekan potensi munculnya titik panas, khususnya di wilayah yang sebelumnya menjadi lokasi pemantauan hotspot.
Meski jumlah hotspot menurun drastis, kondisi cuaca di Riau masih perlu menjadi perhatian. BMKG memprakirakan cuaca pada Minggu secara umum didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.
Pada pagi hari, udara diprakirakan kabur dan berawan. Memasuki siang hingga sore, kondisi diprediksi kabur hingga cerah berawan.
“Secara umum, kondisi cuaca Riau pada Minggu diprakirakan masih didominasi udara kabur hingga berawan. Pada pagi hari kondisi udara kabur dan berawan, kemudian siang hingga sore diprakirakan kabur hingga cerah berawan,” jelas Elisa.
Pada malam hari, kondisi udara diprakirakan masih kabur hingga berawan. Hujan lokal dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.
Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali didominasi udara kabur hingga berawan.
Untuk suhu udara, BMKG memperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
“Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah,” jelasnya.
Sementara itu, pemantauan hotspot di wilayah Sumatera hingga Minggu pukul 23.00 WIB mencatat total 673 titik.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 487 titik. Selanjutnya Bangka Belitung dengan 78 titik dan Lampung sebanyak 68 titik.
Hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lainnya, yakni Jambi tujuh titik, Bengkulu 11 titik, Sumatera Utara enam titik, Kepulauan Riau dua titik, Aceh satu titik dan Sumatera Barat satu titik.
Penurunan jumlah hotspot di Riau menjadi perkembangan positif di tengah meningkatnya titik panas yang sempat terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai. Kondisi panas dan kering dapat kembali meningkatkan risiko munculnya titik api, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Peluang hujan yang masih terdapat di sejumlah wilayah Riau diharapkan dapat membantu menjaga kelembapan lahan sekaligus menekan potensi terjadinya Karhutla. (OS)






