Viral..! Dugaan Kejanggalan SPMB dan Pengelolaan SDN No. 078466 Tuhegafoa Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

CARLANEWS.COM | Nias Selatan– Dugaan berbagai persoalan tata kelola di SD Negeri (SDN) No. 078466 Tuhegafoa, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 viral di media sosial.

Foto spanduk SPMB yang beredar di Facebook memicu pertanyaan masyarakat terkait pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Sejumlah warga menduga publikasi penerimaan siswa hanya dilakukan melalui media sosial, sementara saat dilakukan pengecekan langsung ke lokasi sekolah, spanduk tersebut tidak ditemukan.

Menurut warga, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi kepada masyarakat, khususnya bagi calon peserta didik yang tidak memiliki akses terhadap media sosial maupun internet.

“Kalau hanya diumumkan melalui Facebook, bagaimana masyarakat yang tidak memiliki media sosial bisa mengetahui informasi penerimaan siswa baru?” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengaku tidak menemukan adanya aktivitas panitia penerimaan siswa baru maupun pelayanan pendaftaran ketika mendatangi sekolah. Selain itu, kondisi fisik bangunan sekolah disebut memprihatinkan dan sebagian besar ruang belajar dinilai sudah tidak layak digunakan.

Muncul Dugaan Persoalan Tata Kelola Sekolah

Selain persoalan pelaksanaan SPMB, masyarakat turut menyampaikan sejumlah dugaan permasalahan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.

Beberapa dugaan yang berkembang di tengah masyarakat meliputi:

• Kepala sekolah diduga tidak aktif hadir di sekolah dalam kurun waktu yang cukup lama.
• Dugaan adanya guru yang tidak menjalankan tugas mengajar namun masih tercatat sebagai tenaga pendidik.
• Dugaan adanya guru yang merangkap tugas atau jabatan.
• Dugaan ketidaksesuaian antara jumlah siswa yang sebenarnya dengan data administrasi sekolah.

Seluruh dugaan tersebut hingga saat ini belum dibuktikan melalui hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang maupun putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Data Dana BOS Tahun 2025 Jadi Sorotan

Berdasarkan data yang diperoleh redaksi, SD Negeri No. 078466 Tuhegafoa menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap I Tahun 2025 dengan jumlah peserta didik sebanyak 99 siswa.

Total dana yang diterima tercatat sebesar Rp60.388.200, dengan rincian penggunaan antara lain:

• Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler: Rp425.000
• Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran: Rp132.000
• Administrasi sekolah: Rp6.900.000
• Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan: Rp1.956.000
• Penyediaan alat multimedia pembelajaran: Rp21.575.200
• Pembayaran honor: Rp29.400.000

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan sejumlah warga kepada redaksi, jumlah siswa yang aktif belajar pada tahun 2025 disebut hanya sekitar 63 orang.

Perbedaan data tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai validitas data peserta didik yang digunakan sebagai dasar penyaluran Dana BOS. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat hasil audit maupun pemeriksaan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran atau penyimpangan.

Dugaan Guru Fiktif

Warga juga menyampaikan dugaan adanya beberapa guru yang disebut tidak pernah terlihat menjalankan tugas mengajar, yakni berinisial:

• ELS Mendrofa
• FD Duha
• S. Laia
• B. Hulu

Selain itu, masyarakat juga menyebut adanya dugaan seorang guru PPPK yang tidak masuk mengajar selama lebih dari dua bulan serta dugaan guru yang merangkap tugas.

Redaksi telah berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak yang namanya disebutkan, namun hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh tanggapan resmi.

Kepala Sekolah Disebut Tidak Hadir Selama Berbulan-bulan

Masyarakat juga mengaku kecewa karena Kepala SDN No. 078466 Tuhegafoa, Yaatulo Hulu, disebut tidak hadir di sekolah selama lebih dari dua bulan, termasuk pada saat berlangsungnya ujian kenaikan kelas.

Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Nias Selatan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Bupati Nias Selatan Benarkan Kepala Sekolah Telah Dipanggil

Saat dikonfirmasi CARLANEWS.COM, Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Selatan telah memanggil Kepala SDN No. 078466 Tuhegafoa.

“Kepala Sekolah SDN No. 078466 Tuhegafoa Kecamatan Boronadu Kabupaten Nias Selatan (Yaatulo Hulu) sudah dipanggil,” ujar Bupati kepada CARLANEWS.COM, Selasa (30/6/2026).

Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum diperoleh informasi resmi mengenai hasil pemanggilan tersebut maupun langkah tindak lanjut yang akan diambil oleh pemerintah daerah.

 

Masyarakat Minta Aparat Penegak Hukum Melakukan Penyelidikan

Berbagai dugaan yang berkembang mendorong masyarakat meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Inspektorat Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup:

• Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB);
• Kehadiran kepala sekolah dan tenaga pendidik;
• Validitas data jumlah peserta didik;
• Pengelolaan dan penggunaan Dana BOS;
• Kepatuhan terhadap ketentuan administrasi dan pelayanan pendidikan.

Masyarakat berharap seluruh dugaan tersebut dapat diusut secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran administratif maupun tindak pidana, warga meminta agar proses penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menyatakan tidak terdapat pelanggaran, masyarakat juga berharap hasil tersebut disampaikan secara terbuka demi memberikan kepastian informasi kepada publik.

Redaksi membuka rung kepada semua pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan koreksi dan hak jawabnya.

Contak Person: 082383995787

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *