Sungai Asam Bidik Agrowisata, Kades Soroti Kebutuhan Tenaga Ahli

Daerah235 Dilihat

CarlaNews.com, Karimun — Potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Minimnya pendampingan teknis bagi masyarakat menjadi salah satu kendala yang disoroti Kepala Desa Sungai Asam, Marsudi.

Saat ditemui media pada Senin (26/10/2026), Marsudi mengatakan masyarakat membutuhkan bimbingan dan pengetahuan teknis agar bantuan serta program pemerintah dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

“Secara jujur, desa kami kekurangan tenaga ahli. Berapa pun bantuan yang disalurkan, kalau tidak ada yang membimbing warga di lapangan, hasilnya tidak akan maksimal. Warga ingin bertani, beternak, dan memanfaatkan laut dengan lebih baik, tetapi belum semua memahami metode yang tepat agar usahanya menghasilkan keuntungan yang layak,” ungkap Marsudi.

Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan nilai ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki desa.

Selain mendorong penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, Pemerintah Desa Sungai Asam tengah merancang konsep pengembangan agrowisata berbasis potensi lokal.

Konsep tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan kegiatan budidaya masyarakat dengan sektor pariwisata. Melalui pendekatan ini, wisatawan diharapkan dapat mengenal aktivitas produksi warga sekaligus membeli hasil pertanian, peternakan, dan perikanan setempat.

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah desa memprioritaskan penyusunan dokumen profil desa dan kajian potensi secara komprehensif. Dokumen itu diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan sekaligus bahan bagi penjajakan kerja sama dengan calon mitra dan investor.

“Kami tidak ingin hanya bermodal wacana. Desa Sungai Asam punya banyak keunggulan yang belum terlihat. Dengan data dan perencanaan yang matang, kami optimistis daerah ini akan lebih dikenal dan menarik minat pihak luar untuk bekerja sama membangun ekonomi warga,” jelas Marsudi.

Penyusunan data dan kajian potensi dinilai penting agar arah pengembangan desa dapat disesuaikan dengan kondisi geografis, sumber daya yang tersedia, kebutuhan masyarakat, serta peluang pasar.

Marsudi menilai pendampingan teknis perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor unggulan Desa Sungai Asam. Karakteristik wilayah kepulauan dan pesisir membuat pengelolaan sumber daya setempat membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Pada sektor pertanian, masyarakat membutuhkan pendampingan dalam pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan pesisir, penerapan teknik budidaya, serta pengelolaan hasil panen.

Di sektor peternakan, pengembangan usaha dapat diarahkan pada pemilihan pakan yang efisien, pemanfaatan sumber daya lokal yang aman, serta penerapan tata kelola pemeliharaan ternak yang sesuai dengan kondisi setempat.

Sementara itu, sektor perikanan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya melalui kegiatan penangkapan ikan, tetapi juga melalui pengolahan hasil, peningkatan mutu pascapanen, dan pemasaran produk agar memiliki nilai tambah.

Pendampingan di ketiga sektor tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peluang usaha.

Pemerintah Desa Sungai Asam berharap dukungan tenaga ahli dan pendampingan dari instansi terkait dapat diperkuat agar potensi desa berkembang secara berkelanjutan.

Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting untuk mendorong lahirnya pelaku usaha lokal yang mampu mengolah potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata menjadi sumber pendapatan.

Dengan perencanaan berbasis data, pendampingan teknis, serta kerja sama yang tepat, Desa Sungai Asam diharapkan mampu mengembangkan sektor unggulannya secara bertahap dan memperkuat perekonomian masyarakat. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *