Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekolah Alam Bakau di Siak Cetak Generasi Penjaga Pesisir

Daerah74 Dilihat

CarlaNews.com, Siak – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laskar Mandiri menggelar kegiatan Sekolah Alam di kawasan Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak usia dini, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon melalui pelestarian ekosistem mangrove.

Ketua Pokmas Laskar Mandiri Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Khaidir, mengatakan Sekolah Alam Bakau telah berjalan lebih dari dua tahun dan saat ini membina sekitar 40 peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

Menurutnya, kegiatan pembelajaran rutin dilaksanakan setiap hari Minggu sebagai sarana membentuk generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap konservasi mangrove di wilayah Sungai Apit.

“Perubahan iklim menjadi tantangan yang nyata. Karena itu, anak-anak sengaja ditempa untuk mencintai alam dan menjadi penjaga ekosistem mangrove di masa depan,” kata Khaidir.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus pembelajaran yang diberikan kepada peserta, yakni pengenalan ekologi mangrove, pendidikan karakter berbasis kecintaan terhadap alam, serta pengenalan lingkungan sekitar.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT Imbang Tata Alam (ITA). Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan, mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam itu memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menekan emisi karbon.

“Kami bangga terhadap inisiatif Pokmas Laskar Mandiri yang konsisten memberikan edukasi kepada generasi muda untuk menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kecintaan terhadap alam dan kesadaran menjaga lingkungan,” ujar Hadi.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat.

Menurutnya, pendidikan lingkungan sejak usia dini melalui Sekolah Alam merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Ia berharap program serupa dapat berkembang di kampung-kampung lain di Kabupaten Siak.

“Menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semoga Sekolah Alam ini menjadi inspirasi dan dapat hadir di kampung-kampung lain,” kata Syamsurizal.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Siak juga meresmikan Rumah Bibit Mangrove Sekolah Alam Bakau. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembibitan sekaligus sarana edukasi untuk memperkuat upaya pelestarian mangrove dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kabupaten Siak. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *