Pemprov Riau Antisipasi Penurunan Peringkat, OPD Diminta Perkuat Pelaporan Inovasi Daerah

Daerah14 Dilihat

CarlaNews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Rapat Percepatan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) sekaligus mengantisipasi potensi penurunan peringkat inovasi daerah.

Rapat yang berlangsung di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Jumat (31/7/2026), dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dan diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau.

Dalam arahannya, Syahrial Abdi menjelaskan bahwa rapat tersebut dilaksanakan sebagai respons atas adanya potensi penurunan peringkat Indeks Inovasi Daerah pada tahun 2026. Karena itu, seluruh OPD diminta memperkuat pelaporan inovasi agar Provinsi Riau mampu mempertahankan predikat sebagai daerah inovatif.

“Rapat hari ini dilaksanakan karena ada potensi penurunan peringkat inovasi daerah di tahun 2026, sehingga kita hadir di sini untuk meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID),” ujar Syahrial.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penilaian tahun 2025, Provinsi Riau memperoleh nilai Indeks Inovasi Daerah sebesar 52,33 dengan predikat Inovatif. Capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat 23 dari 38 provinsi secara nasional dan peringkat 9 dari 10 provinsi di Regional I Sumatera.

Menurut Syahrial, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar posisi Riau dapat terus meningkat pada penilaian berikutnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan enam urusan wajib pelayanan dasar dalam setiap pelaporan inovasi daerah. Keenam urusan tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), perumahan rakyat dan kawasan permukiman, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Setiap inovasi yang dilaporkan harus memenuhi minimal lima dari enam urusan wajib pelayanan dasar. Apabila tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka skor indikator jumlah inovasi tidak dapat diukur atau tidak dapat dinilai,” tegasnya.

Syahrial turut mendorong seluruh OPD untuk memperkuat koordinasi dan saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan inovasi. Menurutnya, perangkat daerah tidak perlu ragu mempelajari inovasi yang telah ada untuk kemudian dikembangkan menjadi lebih baik.

“Cek OPD-nya, bertanya kepada teman-teman OPD lain yang pernah membuat inovasi yang mirip, lalu lakukan bridging untuk membuat yang lebih baik. Salinglah berkomunikasi agar bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Di akhir arahannya, Syahrial mengajak seluruh peserta rapat untuk terus menumbuhkan semangat berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai inovasi lahir dari kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi serta keinginan untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.

“Saya ingin bapak dan ibu tetap semangat, karena membuat inovasi membutuhkan semangat. Dari keresahan dan rasa penasaran muncul inovasi. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana cara kita bersama-sama meningkatkan Indeks Inovasi Daerah Provinsi Riau,” pungkasnya.

Melalui rapat percepatan tersebut, Pemprov Riau berharap seluruh OPD dapat mengoptimalkan pelaporan inovasi daerah sehingga mampu meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Provinsi Riau. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *