Pekanbaru, Carlanews.com – Dalam rangka menyambut Pekan Penghijauan (PP) ke-XXXV, mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau (UNRI) kembali menyiapkan aksi nyata rehabilitasi lingkungan yang akan dipusatkan di kawasan hulu Sungai Kampar, tepatnya di Desa Tanjung Kampar Hulu.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 1988 ini menjadi agenda tahunan sekaligus tradisi berkelanjutan bagi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya melakukan aksi penghijauan, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.
Pekan Penghijauan XXXV merupakan program utama Divisi Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNRI. Fokus utama kegiatan ini adalah rehabilitasi kawasan tebing hulu Sungai Kampar yang mengalami degradasi. Upaya tersebut dilakukan melalui penanaman pohon, konservasi lahan, serta perbaikan habitat guna mendukung keberlangsungan flora dan fauna di kawasan tersebut.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 5 hingga 7 Juni 2026 mendatang. Pelaksanaan kegiatan diketuai oleh Frans Syahputra Halawa dari angkatan 2024 yang bersama seluruh panitia berkomitmen menyukseskan kegiatan melalui kolaborasi yang terarah dan solid.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari alumni serta dosen Program Studi Pendidikan Biologi. Kepala Program Studi Pendidikan Biologi, Dr. Darmadi, M.Si, menegaskan bahwa mahasiswa diberikan kepercayaan penuh dalam merancang dan mengelola kegiatan secara mandiri, dengan tetap menjalin komunikasi aktif bersama dosen dan alumni.
“Seluruh program di Himpunan Mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama. Kami sebagai dosen siap mendukung dan berdiskusi dengan mahasiswa demi kelancaran pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Mengusung tema “Rehabilitasi Kawasan Tebing Hulu Sungai Kampar melalui Sinergi Multipihak Mendukung Ekosistem Berkelanjutan”, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi kondisi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Ketua pelaksana, Frans Syahputra Halawa, menekankan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti pada tahap kegiatan semata. “Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal dari upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” tutupnya.



