Carlanews.Com | Medan,— Kematian seorang wanita berinisal WLG (Winda Lorenza Gowasa), yang santer disebut-sebut istri oknum anggota Polri, di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), menjadi perhatian publik setelah muncul informasi bahwa nama yang sama pernah tercatat dalam agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun, KPK hingga kini belum memastikan bahwa WLG yang meninggal di Medan merupakan orang yang sama dengan perempuan bernama WLG yang pernah dijadwalkan sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Dilansir kumparanNEWS dan Liputan6.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo keapada wartawan, membenarkan penyidik pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi berinisial WLG pada April 2026 lalu. Akan tetapi, saksi tersebut tidak memenuhi panggilan KPK.
“Belum bisa memastikan secara persis apakah ini orang yang sama atau bukan,” Kata Budi, Selasa (11/8/2026).
Nama WLG Masuk Penelusuran KPK
Pemanggilan terhadap WLG dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan importasi barang di lingkungan DJBC.
KPK juga masih melakukan pengembangan perkara serta penelusuran terhadap aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Pemeriksaan sejumlah saksi masih berlangsung sebagai bagian dari proses penyidikan.
Meski demikian, hingga berita ini di turunkan Jubir KPK Budi Prasetyo belum menjawab konfirmasi awak media ini terkait kematian WLG di Medan yang mirip dengan saksi dalam perkara korupsi Bea dan Cukai tersebut.
Kematian WLG Jadi Sorotan
WLG ditemukan meninggal dunia di kediamannya di wilayah Kota Medan. Sejumlah pemberitaan menyebut WLG merupakan istri oknum anggota Polri.
Kepolisian menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal, pemeriksaan Inafis, Laboratorium Forensik serta autopsi mengarah pada kesimpulan bahwa WLG meninggal akibat luka tembak yang diduga berasal dari senjata api milik suaminya.
Di sisi lain, pihak keluarga disebut mempertanyakan sejumlah hal terkait kejanggalan kematian WLG dan meminta agar peristiwa tersebut ditangani secara profesional dan transparan. Sejumlah informasi mengenai kondisi WLG sebelum meninggal juga beredar di jagat maya.
Situasi tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada proses penyelidikan kematian WLG, tetapi juga pada munculnya nama yang identik dalam agenda pemeriksaan KPK.
KPK: Identitas Masih Perlu Dipastikan
KPK menegaskan bahwa pihaknya masih perlu memastikan apakah WLG yang meninggal di Medan merupakan orang yang sama dengan saksi yang pernah dijadwalkan diperiksa.
Dengan demikian, terdapat dua fakta yang perlu dipisahkan.
Pertama, KPK memang pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi bernama WLG dalam perkara Bea dan Cukai.
Kedua, KPK belum mengonfirmasi bahwa saksi tersebut adalah WLG yang meninggal di Medan.
Pasalnya, konfirmasi CarlaNews.Com belum di jawab oleh Jubir KPK, Budi Prasetyo.
Pemisahan fakta tersebut penting agar pemberitaan ini tidak menimbulkan kesimpulan prematur mengenai hubungan antara kematian WLG dengan perkara yang sedang ditangani KPK.
Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari aparat penegak hokum dan KPK mengenai identitas saksi yang pernah dipanggil KPK sebagai saksi serta perkembangan penyelidikan atas ketidak wajaran kematian WLG.
CarlaNews.com akan terus memantau perkembangan perkara ini berdasarkan keterangan resmi aparat penegak hukum dan informasi yang dapat diverifikasi.***








