Karhutla Riau Tembus 18582 Hektare, BPBD Perkuat Pendinginan Lahan Gambut

Peristiwa28 Dilihat

CarlaNews.com, Riau – Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau sejak awal 2026 tercatat mencapai 18.582,90 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di seluruh 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan akumulasi titik panas atau hotspot di Riau sejak 1 Januari 2026 mencapai 12.677 titik.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 618 titik api atau fire spot. Sementara itu, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 45.775 titik.

“Secara akumulasi sejak 1 Januari 2026, total hotspot di Riau mencapai 12.677 titik dengan 618 fire spot dan total luasan lahan terbakar 18.582,90 hektare,” kata Edy.

Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luasan Karhutla terbesar, yakni mencapai 8.454,40 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan luas lahan terbakar 6.640,99 hektare.

Selanjutnya, Karhutla tercatat di Indragiri Hilir seluas 1.034,02 hektare, Indragiri Hulu 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Kepulauan Meranti 217,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, serta Rokan Hulu 33,96 hektare.

Meski total luasan Karhutla cukup besar, Edy menyebut titik kebakaran aktif saat ini hanya tersisa di tiga daerah, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

“Untuk titik Karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman,” sebutnya.

Ia mengatakan, kondisi Karhutla di Riau mulai membaik. Namun, upaya pemadaman dan pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.

Menurut Edy, proses pendinginan menjadi tahapan penting, terutama pada wilayah lahan gambut. Pendinginan dilakukan untuk mencegah bara yang masih tersisa kembali memicu kebakaran.

“Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali,” ujarnya.

Selain pemadaman darat, BPBD Damkar Riau juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya penanganan Karhutla.

“Begitu juga OMC, tetap kami lakukan setiap hari,” pungkas Edy. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *