Dinkes Pekanbaru Catat Lonjakan ISPA, Puluhan Warga Alami Iritasi Kulit hingga Asma

Daerah72 Dilihat

CarlaNews.com, Pekanbaru – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan rata-rata kasus ISPA yang sebelumnya berada di kisaran 100 pasien per hari kini meningkat hingga sekitar 300 pasien setiap harinya.

“Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari,” kata Dedy saat memberikan keterangan kepada awak media di Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan data akumulatif Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sebanyak 706 warga tercatat mengalami ISPA selama masa tanggap darurat Karhutla. ISPA menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat terdampak penurunan kualitas udara.

Selain gangguan pernapasan, paparan asap Karhutla juga dikaitkan dengan sejumlah keluhan kesehatan lainnya. Dinkes Pekanbaru mencatat 33 warga mengalami iritasi kulit, 23 orang menderita asma, lima orang mengalami pneumonia, serta 15 warga mengalami konjungtivitis atau mata merah.

“Dari data tersebut, didapati pula, warga bukan hanya terkena ISPA karena kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan. Namun ada juga yang mengalami iritasi kulit,” ujar Dedy.

Ia merinci, jumlah warga yang mengalami iritasi kulit mencapai 33 orang. Sementara kasus asma tercatat sebanyak 23 orang, pneumonia lima orang, dan konjungtivitis sebanyak 15 orang.

Dedy mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih berfluktuasi. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus memantau perkembangan kasus kesehatan masyarakat serta menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota.

Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Dinkes Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, mata perih, atau keluhan kesehatan lain yang memburuk selama kabut asap. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *