Asap Kiriman Selimuti Riau, Jarak Pandang di Inhu Hanya 800 Meter

Peristiwa163 Dilihat

CarlaNews.com, Pekanbaru — Meski titik panas atau hotspot di Provinsi Riau terpantau nihil, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah dan berdampak pada penurunan jarak pandang. Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026) pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tercatat hanya 800 meter.

Sementara itu, jarak pandang di Kota Pekanbaru mencapai 1,4 kilometer. Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, terutama Sumatera Selatan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, menyampaikan bahwa berdasarkan data pemantauan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 1.112 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 950 titik terdeteksi di Sumatera Selatan.

“Sebagian besar titik panas terpantau terkonsentrasi di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah mencapai 950 titik. Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Lampung sebanyak 77 titik, Bangka Belitung 52 titik, Jambi 28 titik, Aceh tiga titik, serta Bengkulu dua titik,” ujar Alfa.

Meski tidak ada hotspot yang terdeteksi di Riau pada pembaruan tersebut, dampak asap dari wilayah lain masih dirasakan. Penurunan jarak pandang tercatat di sejumlah kabupaten/kota, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.

Berdasarkan data visibilitas BMKG pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tercatat sekitar 1,4 kilometer. Sementara itu, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar masing-masing mencatat jarak pandang sekitar tiga kilometer.

“Kondisi terparah terpantau terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jarak pandang terbatas hingga mencapai 800 meter akibat tertutup kabut asap pekat. Sementara itu, wilayah Kabupaten Pelalawan mencatatkan jarak pandang sekitar tiga kilometer dalam kondisi campuran hujan ringan disertai asap,” kata Alfa.

Di Kabupaten Kampar, jarak pandang juga tercatat sekitar tiga kilometer dengan kondisi asap yang masih mengganggu visibilitas. Situasi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh pengendara yang melintas di jalan raya.

Penurunan jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan dan kondisi jalan.

Selain berdampak terhadap aktivitas transportasi, kabut asap juga berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan. BMKG mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat.

“Warga disarankan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap kian memekat,” tegas Alfa.

Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan informasi cuaca, kualitas udara, dan kondisi kabut asap dari instansi berwenang. Nihilnya hotspot di Riau pada satu waktu pemantauan tidak serta-merta berarti kualitas udara telah pulih atau ancaman asap telah berakhir. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *