Lahan Gambut Jadi Tantangan, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla Siak

Peristiwa53 Dilihat

CarlaNews.com, Siak – Sebanyak 14 titik panas terdeteksi di Kabupaten Siak, Riau, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hingga Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 WIB.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian aparat bersama pemerintah daerah serta unsur terkait dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tim gabungan yang melibatkan Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan, hingga masyarakat bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi.

Penanganan dilakukan secara serentak pada enam lokasi yang menjadi fokus operasi, yakni Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit; dua titik di Kecamatan Dayun; Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau; Desa Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib; serta Kampung Tualang, Kecamatan Tualang.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar mengatakan, sebagian besar titik kebakaran telah berhasil dikendalikan. Namun, personel masih disiagakan untuk memastikan tidak terjadi bara api yang kembali memicu kebakaran.

“Untuk titik di Kampung Mengkapan, areal PT BSP di Kampung Dayun, Dusun Bumi Jopan, serta areal PT DSI di Desa Rantau Panjang, api utama dilaporkan sudah padam. Tim kini fokus menyiram sisa-sisa asap dan berjaga untuk memastikan area tersebut benar-benar steril,” ujar Sepuh, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kondisi berbeda masih terjadi di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun. Di kawasan tersebut, petugas masih menemukan api dan kepulan asap tebal sehingga proses pemadaman dilakukan secara intensif.

Untuk mempercepat penanganan, alat berat turut diturunkan guna membuat sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke area lainnya.

“Proses penanganan di Dusun Surya, Kampung Tualang juga mendapat bantuan armada helikopter water bombing untuk memadamkan api dan asap tebal dari udara. Selain dukungan helikopter, puluhan mesin pemadam dan mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan di seluruh titik operasi,” jelasnya.

Sepuh menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan Karhutla di wilayah Siak. Meski api di permukaan terlihat telah padam, bara masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul.

Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak cukup hanya dengan memastikan api di permukaan telah hilang.

“Cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta minimnya curah hujan membuat patroli dan pendinginan harus terus dimaksimalkan hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman,” tegasnya.

Kepolisian bersama seluruh unsur yang terlibat, lanjut Sepuh, akan terus memantau titik-titik rawan untuk mencegah munculnya kembali api sekaligus memastikan penanganan Karhutla berjalan hingga tuntas. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *